mengenal-suku-sakai-menolak-dicap-tertinggal-dan-terasing-1

Memahami Suku Sakai, Menolak Dicap Tertinggal dan Terasing

Info seputar SGP Hari Ini 2020 – 2021.

Suara. com – Mendengar nama Suku Sakai, banyak orang mungkin berpikiran bahwa mereka adalah suku tertinggal dan terasing. Tetapi, cap yang demikian justru yang coba dibongkar oleh satu diantara suku tertua di Sumatera ini.

“Kami tolak cap sebagai Suku Terasing, sebab masyarakat Sakai sudah banyak yang maju, bahkan menjadi anggota DPRD Bengkalis, Riau, jadi pengusaha, penyambut beasiswa dari perusahaan, serta banyak yang menjadi sarjana, ” kata Ketua Elok Kerapatan Adat Batin, Limo Mineh, Riau, Tarmizi L dalam keterangan yang diterima Suara. com, Kamis, (8/4/2021).  

Lewat film “Mimpi Anak Sakai Riau” besutan Forum Jurnalis Kreatif Riau, mereka berusaha memberi gambaran bahwa asosiasi Sakai tidak lagi mau dicap sebagai suku terbuang atau terisolasi.

Jika merunut ke belakang, Sakai sendiri merupakan salah satu suku yang mendiami kawasan daerah Riau di Pulau Sumatera.

Mengaji Juga: Geger! Asap Diduga Gas Tampak di Sipirok, Personel Brimob Turun Tangan

Mengenai Suku Sakai. (Dok: Youtube/Jurnalis Kreatif Riau)

Dikutip dari Indonesia Kaya, nenek moyang Suku Sakai diyakini berasal dari Pagaruyung, sebuah kerajaan Melayu yang sudah ada di Sumatera Barat.

Dahulu, Suku Sakai memiliki pola kehidupan yang sedang nomaden, berpindah-pindah dari utama kawasan ke kawasan asing.

“Penolakan cap Suku Terasing itu diapungkan lebih sebab bantuan untuk masyarakat Sakai sering datang terlambat, dan karena alasan lainnya, ” katanya.

“Kami ingin lebih ingin memperoleh keadilan bekerja di dunia apa saja, karena anak-anak Sakai kini tidak lagi buta huruf, ” logat Tarmizi lagi.

Dekan Fakultas Komunikasi UMRI, Jayus mengantarkan siap untuk bermitra secara Forum Jurnalis Kreatif Riau untuk membuat film yang lain dan membantu memproduksi satu film lagi untuk memerosokkan terhapusnya secara bertahap cap terisolasinya masyarakat Sakai sebagai Suku terasing itu.

Baca Serupa: TNI AL Amankan 36 Pekerja Migran Akan Diselundupkan ke Malaysia

“Tentunya kita perlu melakukan riset serta menatangkan film dokumenter itu dalam berbagai kesempatan didukung oleh jejaring sosial yang dimiliki UMRI terkait edukasi mengenai masyarakat Sakai itu kini sudah seperti apa dan tidak terisolasi lagi, ” katanya.