5 Mitos Seks Saat Hamil Ini Masih Dipercaya, Apa Saja?

Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

Suara. com – Mitos seks saat hamil banyak beredar & masih dipercaya oleh penuh pasangan. Padahal, kebenarannya belum terbukti secara ilmiah. Walhasil, tidak dapat dipungkiri selalu kehadiran mitos tersebut menjadikan beberapa pasangan merasa bimbang atau enggan berhubungan syahwat ketika hamil.

Namun, tanpa khawatir. Jarcques Moritz, MD, direktur Endoskopi dan Bagian Ginekologi St. Luke’s-Roosevelt Hospital, New York, menyebut bahwa berhubungan badan saat berisi aman dilakukan.

“Hamil tidak harus menjadi alasan Anda berhenti menjalankan aktivitas erotis. Itu karena seks betul-betul aman dilakukan selama kehamilan normal tanpa komplikasi, ” terangnya.

Lantas, apa saja mitos seks saat hamil yang masih dipercaya? Dengan jalan apa fakta di baliknya? Mari, simak penjelasan berikut itu.

Mengaji Juga: Benakah Masturbasi Bisa Bantu Atasi Kecemasan? Begini Kata Pakar

1. Bercinta Saat Hamil Bisa Melukai Kepala Bayi
Hayo, siapa yang masih berpikir seperti ini? Anda tidak sendirian. Faktanya, sedang banyak pasangan yang percaya akan mitos yang mulia ini.

Tapi, jangan kacau lagi. Hal ini sebanding sekali tidak benar. Pada umumnya, seks selama kehamilan tidak akan memengarunhi perkembangan budak secara fisik maupun sarafnya.

Janin terlindungi dengan bagus di dalam kantung kawah dan dibalut oleh lendir di mulut serviks. Maka dari itu, penetrasi yang terjadi tidak akan menyentuh kepala janin, atau bahkan menyakitinya.

2. Aliran Bercinta Membahayakan Janin
Ini juga tidak benar. Justru, endrofin yang dilepaskan dalam tubuh ibu setelah sesi bercinta akan membantu menyenangkan janin di kandungan juga. Meski dasar, posisi bercinta perlu bertambah diperhatikan demi kenyamanan bumil.

3. Janin Mampu Memergoki Pasangan Bercinta
Tidak ada data ilmiah jika janin mau sadar dan ingat kalau orangtua mereka sedang bercinta. Hal ini juga disetujui oleh para pakar. Taat mereka, janin memang bisa menangkap gerakan dan suara dalam rahim, tetapi belum bisa menafsirkan situasi dengan terjadi. Jadi, tidak hendak menyebabkan kerusakan fisik maupun psikologis baginya kelak.

Baca Selalu: Studi: Kepribadian Pria Usai Berhubungan badan Sanggup Pengaruhi Kepuasan Wanita

4. Orgasme Mampu Sebabkan Keguguran
Kontraksi orgasme dan kontraksi persalinan adalah dua peristiwa yang berbeda. Kram yang dirasakan setelah berhubungan seks ialah hal normal terjadi.